Buku Kenangan

PicsArt_03-03-10.22.49.jpg
Hayo, ini apaan?

Saat melihat gambar di atas, apa yang terbayang di benakmu? Kliping, diary, atau tugas sekolah? Heuheu. Ah, terasa sudah tuwir banget tidak dapat tugas sekolah. Time flies so fast, right? Tentu perkiraan jawaban saya di atas, tidak ada yang benar. Jika kamu menebak journal, sini sini saya kasih goceng. Ah, tapi gak jadi. Wong clue-nya sudah ada di gambar. Hohoho. Nah, rasanya tangan semakin kebas jika tak dipakai untuk sesuatu yang berbau alat-alat tulis. Terakhir kali saya membuat kliping yang ada tulisannya itu saat SD. Lama banget sudah. Dan i guess, kliping yang waktu itu masih lebih bagus daripada yang ini.

Ceritanya, di suatu grup project creative yang saya berkecimpung di dalamnya sedang menggalakkan membukukan kenangan semacam diary dalam bentuk journal seperti ini. Ya mirip weekly planner, yearly planner, dan bahkan ada journal yang dijual sudah ada template-nya kan. Bedanya, journal seperti ini menuntutmu untuk lebih sabar, teliti, dan kreatif dengan mendesainnya sendiri. Entah itu menambahkan stiker, selotip motif, printilan lucu-lucu, ataupun sekadar mengasah skill typografi. Hal yang mesti dituliskan bisa apa saja; bisa saja tentang biodata idolamu, resep masakan, perjalanan, nukilan, kata-kata motivasi, curhatan dll. Dengan menambahkan foto-foto malah lebih worth it lagi. Bagi kamu yang ingin mencobanya, journal starter kit juga banyak dijual di Shoppee. Ataupun dengan memanfaatkan alat dan bahan ala kadarnya seperti saya ini, bisa banget. Pekerjaan ini menuntutmu lebih tabah, pasti tidak langsung jadi. Seperti halnya ingin sukses di bidang apa pun, jam terbang mestilah panjang untuk belajar dan mengasah suatu kemampuan.

Sore itu setelah saya melihat beberapa contoh di Instagram, saya memanfaatkan buku agenda bergaris yang sudah ada. Ada baiknya memang halaman yang digunakan kosong atau bullet, jadi bebas berkreasi tanpa harus memikirkan garis-garisnya. Saya minta sisa-sisa crayon milik adik saya, stabilo yang mulai memudar, dan pewarna yang ujungnya tak lagi runcing. Kebetulan ada selotip motif yang sudah lama tak sengaja saya beli di stationery shop tapi belum pernah digunakan. Ah, jadi ketolong sedikit, setidaknya tak terlalu polos kondisinya. Dan kamu tahu? Penggaris yang kugunakan itu adalah penggaris tukangan ayah saya yang panjangnya hampir satu meter, bisa ngebayangin kan gimana pas dipakai? Ribet euy. Huhuhu. Untuk bentuk gelas, tenang tenang … ini saya tidak pakai gelas beneran kok. Saya manfaatin pewangi kipas angin saya, kebetulan bentuknya itu es krim. Nah corong bawahnya saya gunakan untuk menggaris seperti bentuknya. Sedangkan lingkaran? Rasanya mau ngakak tiap kali ingat ini. Saya benar manfaatin apa yang ada di sekitar saya. Itu adalah tutup toples mini bawang goreng dari Monita Food. Jadi agak bergerigi sedikit, tidak mulus garisnya.

So far, seru banget. Aku suka sekali. Meskipun hasilnya tak sesuai ekspektasi banyak orang tapi aku mencintai prosesnya. Sudah lama rasanya saya tak seantusias ini dalam mengerjakan sesuatu. Entahlah, mungkin jiwaku seakan terpanggil. Ceilee. Hal ini bisa dijadikan mood therapy juga lho. Sebab aslinya hari itu saya sedang kesal banget karena charger laptop saya rusak sehingga pekerjaan lain yang ada di lappy mesti ditunda dulu sementara. Usai menyelesaikan Journaling DIY itu, kesal pun reda. I’m so serious, it works. Coba deh!

Iklan

4 tanggapan untuk “Buku Kenangan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s