Looking Backward, Moving Forward

Tahun 2020 sudah berjalan dua belas hari, apa saja yang sudah kamu lakukan? Pasti jawabannya tidak jauh-jauh dari ‘kebutuhan dasar diri’ seperti makan, minum, kerja, ibadah, istirahat, dll.⁣⁣
⁣⁣
Well, coba aku ganti pertanyaannya dengan hal menarik apa yang kamu lakukan kemarin? Pasti bakal berbeda-beda jawabannya dan mungkin ada yang mengartikan “hal menarik” berupa bentuk perasaan bahagia atau boleh jadi tak ada hal yang menarik sama sekali (?)
⁣⁣
Lalu bagaimana dengan sepuluh tahun yang lalu, kebiasaan seperti apa yang dulu sering kamu lakukan tapi sudah tidak kamu lakukan lagi dalam dua tahun terakhir terutama di tahun 2020? (Bisa dijawab dalam benak masing-masing)⁣⁣
⁣⁣
Saat pertanyaan-pertanyaan itu diutarakan, pasti kita bakal mengingat-ingat ulang: “Eh, udah ngapain aja sih selama hidup.” Sadar enggak sih, selama ini kita sering salah menempatkan ‘let it flow’ di sembarang tempat. Masa hidup yang hanya sekali ini dibiarkan mengalir gitu saja. Sayang sekali dong, puncak perayaan momen baru itu hanya tentang kalender dan rutinitas. Selayak komputer yang tak ter-install program apa pun, lalu apa yang mau dijalankan?⁣⁣
⁣⁣
Mengamati apa yang sudah terjadi di masa silam, bukan berarti kita tidak move on lho ya. Ini dinamakan looking backward to move forward. Justru kita harus menengok ke belakang. Menyendiri dan merenungi pikiran-pikiran kita; mempertanyakan tentang diri, tindakan, dan kehidupan. Gangguan kita selama ini sudah terlalu banyak sehingga kita merasa ‘baik-baik saja’ dalam menjalani hidup ini hingga kita membiarkan hidup ini berjalan begitu saja dengan dalih mengikuti arus takdir. ⁣⁣
⁣⁣
Coba sejenak merefleksikan kembali apa yang sudah terjadi. Menilai diri dengan kontrol penuh tanpa harus khawatir pada anggapan orang lain dan belajar bersenang-senang dengan menjadi kawan terbaik bagi diri sendiri. Lalu menjelajahi masa lalu untuk menjadikannya sebagai catatan perjalanan menuju masa depan. Saat-saat seperti itulah, kita bisa melihat sesuatu dengan apa adanya: Di mana posisi kita? Apakah sudah di track yang benar, sesuai, ada kemajuan atau malah berputar-putar hingga kehilangan diri sendiri?⁣⁣ Hal itu yang bisa dijadikan sebagai jalan untuk naik ke tangga berikutnya sebagai sebuah permulaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s