Uncategorized

Kata Orang-orang tentang Privilege

IMG_20200222_205514

Kita menganggap orang yang lebih dalam segala hal dari kita ialah orang yang memiliki privilege. Sebaliknya, selalu saja ada orang lain juga yang menganggap kita memiliki privilege itu.

Beberapa waktu lalu aku pernah baca kutipan Bang Taufik Aulia mengenai: Tidak punya privilege bukan alasan untuk mundur dan hancur.

Aku jadi berpikir ulang tentang privilege ini. Dulu, aku suka gemes sama diri sendiri saat berkali-kali ikut lomba dan olimpiade tapi tidak pernah masuk grand final. Ditambah saat itu setelah mengikuti Cerdas Cermat Matematika Se-Sumbagut, salah satu guru muda nyeletuk ke aku, “Masa soal gitu aja gak bisa jawab sih?” Dan seseorang yang aku kenal di luar sekolah berhasil menyabet Juara 1. Dalam hati kecilku, “Pantesan aja juara, dari sekolahan favorit sih.”

Aku menenangkan diri. Karena untuk bisa dipercaya ikut berbagai lomba saja, aku sudah melalui banyak hal bahkan hampir tak pernah ada pendampingan belajar, alias mempersiapkan segalanya secara mandiri.

‘Pantesan’ adalah kata pembenaran yang sebenarnya tak berdasar hanya untuk mengungkapkan kekecewaan sama diri sendiri.

Kadang aku juga menilik ulang apa-apa yang sudah terlewat. Apalagi saat mendengar pernyataan orang di sekitarku, “Kamu beruntung banget ya. Kalau aku gak ada yang bisa dibanggain gini.” Asli aku tambah gemes. Apakah aku punya privilege juga atau memang sudah mencapai sesuatu ya?

Tiap kali aku dapat ranking 1 di sekolah, pasti ada saja yang bilang, “Pantesan aja bapaknya bla bla bla sih.” Padahal orangtuaku tidak pernah mengajarkanku pelajaran sekolah. Sungguh. Justru sebaliknya, selama bersekolah aku merasa tidak punya privilege seperti kenalan-kenalanku yang bisa memiliki fasilitas sekolah favorit dan mengikuti berbagai les privat di tempat yang bagus dengan harga yang sangat mahal. Dan aku jadi ingat perkataan salah seorang guru bahwa aku tak bisa berkompetisi di sekolah yang biasa-biasa saja menurutnya. Begitu juga saat aku menulis di berbagai platform, “Pantesan aja, bakatnya turun dari ibu ya?” Padahal ibu tak pernah mengajak dan mengajariku menulis. Meskipun sesuai penuturan beliau, saat remaja dulu senang menulis puisi dan berkirim surat.

Ah, ‘pantesan’ ini jadi semakin mengganggu tatkala aku memenangkan kompetisi flash blogging di bulan Desember lalu. Jujur, aku berada di dunia blog ini masih dini sekali. Bergabung di komunitas bloggers 1minggu1cerita tak membuatku rajin mengisi konten. Ya, berkali-kali didepak dengan aturan maksimal hanya boleh 6 kali bolos. Aku bukanlah tipikal rajin mengisi konten, palingan mengisi caption instagram juga isinya random. Masih bingung menentukan persona menulis. Dan saat kata meluncur dari bibir orang-orang sekitarku: “Ah, pantesan jadi juara 2 ternyata sudah sering menulis.”, entah mengapa aku jadi bersemangat ngeblog lagi dan menjawab tantangan ODOP di Estrilook Community.

Seolah ada hubungan erat antara sejarah masa lalu dan kenyataan, juga seakan-akan tidak ada usaha yang cukup wajar untuk mencapai banyak hal dalam hidup. Jadi ingin membuktikan sama diri sendiri bahwa aku harus berupaya di atas kakiku sendiri bukan sekadar mengandalkan ‘keberuntungan’. Mungkin kita saja yang merasa istimewa dan unik dengan bilang, “Apa sih yang bisa aku banggakan?”

Seringkali pernyataan itu menjerat kita sendiri dan nilai ‘keberadaan kita’ sudah terlanjur diracuni orang-orang di sekitar kita. Coba buang semua itu dan desain ulang standar kita dengan cara yang lazim. Ukuran ‘pemenang’ tidak melulu tentang diri sendiri yang harus juara kompetisi kan?

Dan Bang Taufik Aulia juga bilang, “Semua orang punya kesempatan sama untuk bekerja keras sekeras yang mereka bisa. Kamu masih punya dirimu, kamu masih punya kerja kerasmu, dan kamu masih punya keberuntunganmu yang masih menarik untuk diperjuangkan.”

Jadi kamu masih semangat berjuang kan, Ara?

Satu tanggapan untuk “Kata Orang-orang tentang Privilege”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s