Random

Sahabat Pena Ketika Karantina

Hari ini tepat empat pekan saya menjalani swakarantina di rumah. Satu pekan lebih saya habiskan di daerah perantauan dan tiga pekan–hingga hari ini–berada di rumah. Sebelum berangkat pulang di hari ke-9, salah seorang sahabat saya, Arafah, terpaksa harus mengambil paket produk minuman kesehatan ke kosan. Waktu itu statusnya menjadi ODP karena adiknya baru saja pulang dari daerah zona merah yang terpapar Covid19. Entah, saya sedih sekali, dia yang selama ini selalu menemani saya ke mana-mana, bahkan tanpa sekat, terpaksa harus berjauh-jauhan saat memberinya paket. Sungguh saya hanya menaruh di bangku depan. Sementara uangnya terpaksa dia masukkan dalam sebuah plastik yang diletakkan di tempat yang sama. Kami juga terpaksa bicara dengan jarak bermeter-meter. Saya hanya minta maaf dan tak sanggup berkata-kata banyak. Dia hanya berujar, “Tak apa, kan memang harus seperti itu sesuai protokolnya.” Sepulangnya, saya betulan sesunggukan. Rasa-rasanya jarak ini sangat menyakitkan, apalagi saya selama ini yang bertemu dengannya setiap hari, seperti sudah bertahun-tahun tak menemuinya. Rindu sudah pasti.

Tadinya, kembali ke rumah memang membuat separuh energi saya kembali. Namun lama kelamaan dengan kondisi semua anak dan menantu ibu bapak berkumpul, saya merasa sedikit lebih lelah dari biasanya. Mungkin selama ini saya terbiasa sendiri di daerah perantauan, jadi agaknya saya tak memiliki ruang privasi secara utuh. Hal ini sempat saya utarakan pada teman saya, Uma. Dia cukup tahu bagaimana kondisi saya, “Masih betah di rumah?” Saya juga harus berjarak dengan teman-teman lain, karena tidak bisa berlama-lama mendengarkan cerita mereka. Sebab, urusan domestik di rumah tak selesai-selesai, apalagi disambi-sambi dengan urusan lain, juga tak membuat obrolan efektif. Kondisi pandemi yang belum usai ini membuat saya hampir saja tidak waras. Akun IG yang sempat saya deactive demi menjaga kewarasan mengalihkan saya ke twitter via browser. Berbekal sering berselancar untuk menghibur diri di sana, saya menemukan akun https://twitter.com/_gladhys.

Saat Mba Gladhys meluncurkan program Sahabat Pena Ketika Karantina ialah momen yang sangat pas banget bagi saya yang sering cemas dan banyak rindunya ini huhuhu. Siapa kira jarak bisa menciptakan ide-ide kreatif bagi orang-orang untuk membuat kondisi mengerikan selama wabah ini menjadi sesuatu yang sepantasnya saya bilang sebagai cara mengobati keresahan yang ada di kepala. Dan saya mendapatkan match yang saya banget, perkenalkan namanya Dai. Jarak kami tidak dekat; Jember-Aceh. Sudah hampir sepuluh hari kami saling bertukar surel. Pembicaraan mengalir begitu saja, ya meski tidak langsung berbalas setiap hari. Aku bersyukur setiap kali ia bercerita, selalu saja ada hikmah terselip yang membuat saya kian terkagum-kagum pada Allah. It’s like … giving me a big hug. Hanya saja terurai melalui kata-kata. Akhirnya saya jadi terus bergumam dan memantik untuk menggali lagi isi kepala dan mencoba menghubungkan antara satu titik ke titik berikutnya. Berujung pada suatu kesimpulan: pemaknaan terdalam. Masya Allah, big thanks kepada Mba Gladhys dan super tim karena sudah menginisiasi program ini.

Btw, kabar baiknya Batch 2 diperpanjang sampai tanggal 14 April 2020. Jadi masih ada kesempatan dua hari lagi untuk daftar dan menjadikan ini sebagai bentuk hiburan selama pandemi. Kalian penasaran? Aku beri sedikit teaser-nya melalui gambar di bawah ini ya.

EVKXNKcU8AECCoY

EVKXNKcU8AECCoYCredit to: https://twitter.com/_gladhys

 

Jadi bagaimana? Tertarik? Silakan bergabung dan ikuti keseruannya. Tetap jaga jarak aman dan semoga bumi ini segera memulih hingga suatu hari kelak kita pernah begitu bersyukur menikmati jeda dalam berjarak dengan orang-orang terkasih.

9 tanggapan untuk “Sahabat Pena Ketika Karantina”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s